Jumat, 02 November 2012

Pesan dari Yang Tak Tersentuh...


If there’s somethin’ strange in your neighborhood
Who ya gonna call? Ghostbusters! 
If it’s somethin’ weird an’ it don’t look good
Who ya gonna call? Ghostbusters!







Masih inget sama lagu itu? Iya, itu soundtrack dari film jaman dulu yang judulnya Ghostbuster. Enak ya kalo beneran kayak di film ada Ghostbusters yang siap buat nangkepin setan-setan yang berkeliaran. Kenapa tiba-tiba aku kepikiran lagu ini? Itu tidak lain dan tidak bukan adalah karena beberapa hari terakhir, mungkin 2 minggu terakhir ini, lagi ada kehebohan di SMA saya tercinta. Jadi, di Padmanaba kemaren sempet ada geger kesurupan berantai. Berantai? Iya berantai, bukan kesurupan massal. Sejak Pad Day sampe entah kapan update an yang terakhir saya nggak tau karena cuma ngikuti 'Serial Kesurupan Berantai' sampai episode 3 dari total 7 episode. 


Nah, episode pertama itu jatuh korban bernama Bawal, nggak ada angin nggak ada hujan, pas malem Pad Day itu dia tiba-tiba 'kemasukan' gitu deh. Nyerocos-nyerocos nggak jelas. Habis itu Selasanya jatuh korban ke-2 bernama Nila. Nah yang ini kemasukannya jadi tiba-tiba gabisa gerak gitu. Terus hari selanjutnya jatuh korban namanya Lele. Nah si Lele ini kaya dicekek-cekek gitu, terus bisa gambar-gambar gitu deh. Pokoknya 2 minggu kemaren itu bagaikan terror sedang melanda Padmanaba. 



Waktu kasus itu masih hot-hot nya, berbagai spekulasi menyelimuti kasus itu mulai dari cuma pada mau kenalan, penjaga angkatan, dan lain-lain. Ternyata oh ternyata, pas 'kena' ada yang ngomong pake bahasa Belanda. Terus habis itu diajak ngomong kan sama Frau Anna *pake bahasa Belanda ya*. Katanya Padmanaba sekarang udah kehilangan 'delima merah'-nya. Kalo dalam bahasa perdemitan alias klenik alias perdukunan, katanya delima merah itu merupakan bagian terpenting atau apa gitu di bagian perdukunan. Jadi itu adalah analogi bahwa Padmanaba sudah mulai kehilangan sesuatu yang penting alias pondasi nya, yaitu budaya baik dan unggah-ungguh. Memang kalo dirasa sekarang udah mulai sedikit jarang nyapa guru lewat, kabarnya pacaran pun udah pegang-pegang sana sini, dan trend baru yang agak sedikit menyeleweng dari norma susila *HA?*



Apa yang bisa kita tarik kesimpulan dan diambil intisari pelajarannya?

Unggah-ungguh, tata krama, kesopanan, etika itu adalah aspek utama dalam hidup kita. Kalo nggak punya itu, yah kita nggak ada bedanya lah sama kucing yang pup sembarangan di depan rumah -_- nah, ternyata unggah-ungguh yang ada di Padmanaba sudah mulai berkurang dan tidak ada yang menyadari maupun mengingatkan, entah karena sudah risih atau gemes, para 'penghuni tak tampak' itu pun mencoba menegur dan menyampaikan keluh kesah mereka lewat cara mereka sendiri.
Sebenernya yang perlu introspeksi bukan cuma warga Padmanaba yang masih berada dan berkegiatan di SMA 3, tapi juga alumni-alumni yang udah lulus dari sana. Bisa jadi unggah-ungguh di Padmanaba mulai hilang karena kita kurang mengajari dan membimbing adik-adik kita.
Nah, kalo yang 'beda dunia' sama kita aja udah mulai bertindak untuk merubah Padmanaba jadi lebih baik, kita yang keliatan juga nggak boleh kalah berusaha sama mereka.

Cerita bak film seri horror yang terjadi kemaren-kemaren itu bukan terror tapi teguran dan sarana introspeksi buat kita semua :)


Bhakti Vidya Ksatria Tama

Tan Lalana Labet Tunggal Bangsa
Jaya! Jaya Padmanaba! Hidup Padmanaba!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar